Raih 6 Nominasi Oscar, Begini Proses Desain Rumah Film “Parasite”

KOMPAS.com – Film Korea Selatan Parasite kembali mengejutkan khalayak karena berhasil mendapatkan nominasi di sejumlah kategori utama ajang penghargaan Academy Awards (Oscar).

Nominasi untuk Parasite adalah Best Picture, Best Director, Best Original Screenplay, Best International Film, Best Editing, dan Best Production Design.

Sebelumnya, movie yang disutradarai oleh Bong Joon Ho telah merebut sejumlah penghargaan, antara lain movie berbahasa asing terbaik di ajang Golden Globes, dan sutradara terbaik Critics’ Choice Awards.

Selain itu, Parasite juga dinobatkan sebagai film terbaik di Festival Film Cannes beberapa waktu lalu.

Baca juga: Hari Ini 34 Tahun Lalu, Rute 66 di Film Cars Dinonaktifkan

Bukan hanya alur cerita dan sinematografinya saja yang dipuji apik, tetapi desain setiap sudut rumah dan permukiman yang ditampilkan juga terlihat sangat nyata.

Melansir laman IndieWire, diperkirakan sekitar 60 persen adegan dalam movie ini mengambil tempat di rumah keluarga Park yang kaya.

Rumah tersebut terlihat sangat mewah dengan taman dan karya seni yang berada di sekeliling hunian.

Namun siapa sangka setting rumah mewah dan permukiman kumuh di movie tersebut dibuat khusus untuk film ini?

Sebelum merancang jajaran permukiman yang ditempati oleh keluarga Kim, perancang produksi Lee Ha Jun berkeliling ke seluruh wilayah Korea dan memotret kota-kota kosong yang akan dihancurkan.

Potret-potret inilah yang digunakan untuk membangun set permukiman keluarga Kim yang sesak dan berantakan.

Sebagai informasi, keluarga Kim yang menjadi pemeran dalam movie tersebut tinggal di sebuah apartemen semi basement.

“Kami bahkan membuat mannequin batu bata tua yang digunakan di rumah-rumah kosong dalam silikon untuk membuatnya kembali,” kata Lee Ha Jun seperti dikutip dari Architectural Digest.

Seluruh rangkaian set permukiman tersebut dibangun dan dirancang sedemikian rupa agar dapat menampung air saat adegan banjir menerjang.

Lee juga menempatkan beberapa properti yang mirip dengan kondisi permukiman kumuh, seperti kereta dorong yang digunakan untuk mengangkut kertas bekas, dan properti lainnya.

Karena pada dasarnya film ini bercerita tentang keluarga kaya dan miskin, Lee menggambarkan kondisi hunian keluarga Kim yang kurang cahaya matahari dan memiliki akses terbatas ke jendela.

“Kami benar-benar menggunakan pencahayaan alami untuk adegan-adegan di “Parasite”. Semua perangkat kami, rumah kaya dan rumah miskin, dibangun di atas tanah terbuka,” kata dia.

Selain permukiman yang ditinggali keluarga Kim, Lee juga merancang rumah mewah keluarga Park.

Lantai dan taman pertama dibangun di tanah kosong, lalu lantai dan basement kedua dibangun di atas panggung musik.

Untuk menciptakan set, Lee mencoba berpikir bukan seperti seorang desainer produksi dan lebih seperti seorang arsitek.

“Kami harus mempertimbangkan faktor sinematik tetapi juga harus membuat rumah yang sangat nyata sehingga penonton dapat menerima gagasan bahwa sebenarnya ada karakter yang tinggal di dalamnya,” ujar Lee.

Hasilnya, Lee membuat desain rumah yang elegan, modern dengan banyak kayu, kaca, dan garis dan siluet yang bersih.

Pada bagian ruang tamu di lantai pertama, terdapat dinding kaca yang mengekspos pemandangan taman.

Ruangan tersebut dilengkapi dengan furnitur minimal kecuali meja kopi multi-stage yang unik serta couch.

Lee mengatakan tidak ada televisi di ruang tamu itu. Ini karena, dalam cerita, rumah keluarga Park memang dibangun oleh arsitek bernama Namgoong Hyeonja yang memutuskan untuk tidak menempatkan televisi guna menghargai keberadaan taman di luar rumah.

“Jadi kami membuat dinding jendela sesuai dengan rasio aspek 2,35: 1, dan saya ingin ruang tamu besar dan taman terasa seperti foto yang bagus di layar,” ucap Lee.

Kemudian karya seni yang terdapat pada dinding di taman juga merupakan simbol status. Bahan Lee mengatakan, beberapa karya seni yang muncul pada film adalah lukisan asli.

Gambar hutan yang terbuat dari kawat baja stainles merupakan karya dari seri Maya dari artis Korea Seung-mo Park.

“Karena rumah Mr. Park dibangun oleh seorang arsitek dalam cerita tersebut, tidak mudah menemukan pendekatan yang tepat untuk mendesain rumah,” kata Lee kepada IndieWire.

Rumah keluarga Park dibangun dengan mempertimbangkan arah matahari. Sebelum mmebangun set ini, Lee mengunjungi beberapa tempat untuk memeriksa arah pergerakan matahari setiap waktu.

Sebagai sebuah movie, maka wajar jika setting setiap ruangan dibuat terpisah. Tetapi Lee dan sutradara Bong membangun rumah keluarga Park secara utuh baik eksterior maupun interiornya.

“Sangat sulit untuk mendapatkan suasana atau gambar yang sama dengan cahaya buatan, dan itulah sebabnya kami sangat peduli ketika kami membangun set,” kata Bong.

Untuk warna inside dan eksteriornya, Lee mengatakan pihaknya tidak menggunakan banyak warna.

Interior rumah sebagian menggunakan kayu berwarna gelap dan bahan abu-abu untuk menonjolkan kontras dengan eksterior.

Kemudian Lee juga menempatkan lampu berwarna kuning yang menciptakan suasana rumah yang canggih dan hangat.